Aku tulis namamu

Saya sedang berbincang di salah satu rumah teman sampai datang tiga orang anak remaja SMP menghampiri kami. Mereka menanyakan mengenai saya "Assalammualaikum pak Adi, saya mau ketemu om Irul, boleh?", saya bingung kenapa mereka bisa mengetahui tentang saya.

"Saya mau bilang terimakasih, om", ucap salah seorang anak dengan terbata dan malu - malu. Tanda tanya saya semakin membesar "Kenapa berterimakasih ke saya?" , tanya saya dengan teka teki yang belum terpecahkan. "Tante Ikma cerita dulu dibantu om Irul untuk biaya sekolah."

Saat itu, saya merasa ditarik kembali ke masa lalu mengenai pertemuan saya dengan Ikma. Saat itu saya bekerja disalah satu perusahaan swasta dan menjadi perantara seorang manager yang ingin menjadi orangtua asuh bagi anak yatim.

Saya teringat mengenai seorang kawan yang sebelumnya berkecukupan, namun karena penipuan kini ia harus menanggung semua beban moril dan materil. Ia telah meninggal dan meninggalkan seorang istri dan empat orang anaknya. Ikma merupakan anak terakhir yang saat itu duduk di bangku SMP. Anak yang cantik, pendiam, dan juga cerdas. Manager ini bersedia bersedia menyekolahkan Ikma sampai lulus SMA. Kabar yang kudengar terakhir darinya. 

Setelah terhanyut pada masa lalu, aku mengambil secarik kertas menuliskan sebuah nama "Dian Astriana" dan berkata pada tiga anak tadi "Orang inilah yang sebelumnya membantu tante Ikma untuk bersekolah, tolong panjatkan doa atas nama beliau, ya"

Ikma, anak yang dahulu dibantu pendidikannya sekarang membantu pendidikan anak - anak lainnya. Buah dari cinta adalah cinta. Semoga nama mereka yang ada dalam cerita menjadi nama yang terkenal di dunia dan akhirat. 

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat balasannya" QS. Al - Zalzalah: 6